
Situasi Memanas, Wilayah Udara Iran Ditutup Sementara
Teheran – Pemerintah Iran menutup sementara wilayah udaranya untuk sebagian besar penerbangan sipil di tengah meningkatnya ketegangan keamanan regional. Kebijakan tersebut diumumkan otoritas penerbangan Iran melalui pemberitahuan resmi kepada maskapai dan berlaku bagi penerbangan domestik maupun internasional, kecuali yang mendapat izin khusus.
Sejumlah media internasional dan nasional melaporkan, penutupan wilayah udara Iran dilakukan sebagai langkah antisipasi keamanan menyusul situasi politik dan geopolitik yang sedang memanas. Akibat kebijakan ini, sejumlah penerbangan internasional terpaksa dialihkan, ditunda, bahkan dibatalkan oleh maskapai yang biasanya melintasi wilayah udara Iran.
Media di Indonesia menyebutkan, penutupan tersebut bersifat sementara dan diterapkan dalam durasi terbatas. Setelah beberapa jam diberlakukan, otoritas Iran dilaporkan mulai membuka kembali wilayah udaranya secara bertahap, meski sejumlah maskapai masih memilih menghindari rute tersebut demi alasan keselamatan.
Langkah Iran menutup wilayah udara berdampak langsung pada lalu lintas penerbangan global, mengingat negara tersebut merupakan salah satu jalur penting penerbangan dari Asia ke Eropa dan sebaliknya. Maskapai harus mengambil rute alternatif yang lebih panjang, sehingga berpotensi meningkatkan waktu tempuh dan biaya operasional.
Hingga saat ini, pemerintah Iran belum memberikan keterangan rinci terkait kemungkinan perpanjangan pembatasan penerbangan. Otoritas penerbangan setempat menegaskan akan terus memantau situasi keamanan dan melakukan penyesuaian kebijakan demi menjamin keselamatan penerbangan sipil.