Jakarta – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) meluncurkan delapan program prioritas bertajuk Asta Karya sebagai langkah strategis untuk memperkuat dan mengembangkan sektor ekonomi kreatif di Indonesia.
Peluncuran program tersebut disampaikan dalam agenda rapat organisasi Gekrafs yang menghadirkan pengurus dari berbagai daerah di Indonesia. Delapan program tersebut dirancang sebagai arah gerakan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Ketua Umum Gekrafs, Kawendra Lukistian, mengatakan program Asta Karya menjadi bagian dari upaya organisasi dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif serta membuka peluang lebih luas bagi para pelaku industri kreatif di tanah air.
“Program ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus mendorong kolaborasi antar pelaku industri kreatif di Indonesia,” ujarnya.
Adapun delapan program Asta Karya yang diluncurkan Gekrafs meliputi:
- Creative Economic Financing Access (CEFA), program yang bertujuan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif.
- Digital Intellectual Property & Legal Ecosystem (DIPLE), penguatan perlindungan kekayaan intelektual dan ekosistem hukum bagi kreator.
- Gastronomy National Diplomacy Initiative (GANDI), mendorong promosi kuliner Indonesia sebagai bagian dari diplomasi budaya di tingkat global.
- Digital Literacy & Market Penetration (DIGIMAP), peningkatan literasi digital serta perluasan akses pasar berbasis teknologi.
- Artist Minimum Honor Advocacy Program (ARTPAY), advokasi penerapan standar honor minimum bagi pekerja kreatif.
- Youth Empowerment & Inclusion Movement (YOUTHEM), pemberdayaan generasi muda dalam pengembangan ekonomi kreatif.
- Regional Creative Hub Transformation (RECHUB), pengembangan pusat kreatif di berbagai daerah sebagai ruang kolaborasi dan inovasi.
- Global Creative Export Booster (GLOBE), mendorong peningkatan ekspor produk ekonomi kreatif ke pasar internasional.
Menurut Kawendra, sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional karena didukung oleh kreativitas generasi muda serta kekayaan budaya Indonesia.
Melalui delapan program tersebut, Gekrafs berharap dapat menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat, meningkatkan daya saing produk kreatif lokal, serta membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Dilansir dari Liputan6 dan Merdeka.com.
