Rabu, 07 Oktober 2026
Iklan

“Asap Karhutla Ambon dan Papua Selatan Masuk Palu, Kualitas Udara Diprediksi Tinggi 3 Hari”

“Asap Karhutla Ambon dan Papua Selatan Masuk Palu, Kualitas Udara Diprediksi Tinggi 3 Hari”
Foto: Istimewa

PALU – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sejumlah wilayah di Indonesia mulai memperburuk kualitas udara di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Asap dari Ambon dan Papua Selatan disebut telah masuk ke wilayah Palu dalam tiga hari terakhir.

Informasi tersebut dikutip dari Kompas.com, berdasarkan keterangan Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri-Poso BMKG, Asep Firman Ilahi, Senin (5/10/2026).

Asep mengatakan, kondisi tersebut turut diperparah oleh asap karhutla dari wilayah regional Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.

"Sumber regional berasal dari titik api di Morowali, Tojo Una-Una dan Sulawesi Barat. Sementara long-range transport berasal dari karhutla di Ambon dan Papua Selatan," kata Asep kepada Kompas.com, Senin (5/10/2026).

Berdasarkan pemantauan SPAG Lore Lindu Bariri, konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Kota Palu pada Minggu (4/10/2026) mencapai 132 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat dan menjadi yang tertinggi dalam pemantauan tujuh hari terakhir.

Selain PM2.5, konsentrasi PM1 tercatat 125 mikrogram per meter kubik, sedangkan PM10 mencapai 130 mikrogram per meter kubik. PM10 berada dalam kategori sedang.

Data Climate Data Store (CDS) milik Copernicus dan European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) menunjukkan sumber partikulat berasal dari sumber regional hingga asap yang terbawa dari jarak jauh atau long-range transport.

asap karhutla dari Ambon dan Papua Selatan telah terpantau memasuki wilayah Palu sejak tiga hari terakhir. Kondisi tersebut kemudian diperparah oleh asap karhutla dari wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.

"Asap karhutla dari Ambon dan Papua Selatan terpantau dalam tiga hari terakhir. Hari ini diperparah oleh karhut regional dari Sulteng dan Sulbar," katanya lagi.

Kualitas Udara Palu Diprediksi Masih Tinggi

Asep mengatakan, konsentrasi partikulat di Kota Palu diperkirakan masih tinggi dalam tiga hari ke depan.

"Ya, dalam tiga hari ke depan diprediksi masih tinggi," katanya.

Ia bahkan membandingkan kondisi kualitas udara Palu saat ini dengan Jakarta.

"Sudah seperti kota Jakarta," ujar Asep.

Hasil pemantauan SPAG Lore Lindu Bariri menunjukkan konsentrasi PM1, PM2.5, dan PM10 pada 4 Oktober 2026 menjadi nilai tertinggi dalam tujuh hari terakhir.

Pengukuran PM1 dilakukan pukul 14.40-14.50 Wita, PM2.5 pada pukul 14.51-15.01 Wita, dan PM10 pada pukul 15.03-15.13 Wita. Kondisi cuaca saat pengukuran dilaporkan cerah.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

SPAG Lore Lindu Bariri mengimbau masyarakat menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu serta tidak membakar sampah di halaman rumah.

Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di atas 100.

Kondisi kualitas udara tersebut diperkirakan masih perlu diwaspadai dalam beberapa hari ke depan seiring masuknya asap karhutla dari sejumlah wilayah dan tingginya konsentrasi partikulat yang terpantau di Kota Palu.