Dolar AS Bertahan di Atas Rp18.000, Rupiah Masih Menghadapi Tekanan
Jakarta, 5 Juni 2026 – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam tekanan pada perdagangan Jumat pagi. Berdasarkan data pasar, kurs dolar AS tercatat di kisaran Rp18.013,45 per dolar AS, mempertahankan posisinya di atas level psikologis Rp18.000.
Kondisi ini dipengaruhi oleh menguatnya mata uang dolar AS di pasar global yang didorong berbagai sentimen ekonomi internasional. Selain itu, ketidakpastian ekonomi dunia yang masih berlangsung turut memengaruhi pergerakan pasar keuangan dan valuta asing.
Pelaku pasar saat ini terus mencermati sejumlah perkembangan global, termasuk kebijakan moneter negara-negara besar dan dinamika ekonomi internasional yang berpotensi memengaruhi arah nilai tukar berbagai mata uang, termasuk rupiah.
Di tengah tekanan tersebut, Bank Indonesia bersama otoritas terkait terus memantau kondisi pasar keuangan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Berbagai instrumen kebijakan disiapkan untuk meredam gejolak yang berpotensi mengganggu kestabilan ekonomi nasional.
Level kurs di atas Rp18.000 menjadi perhatian dunia usaha karena dapat berdampak pada meningkatnya biaya impor, harga bahan baku, serta beban transaksi bagi sektor-sektor yang memiliki ketergantungan terhadap mata uang dolar AS.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai fundamental ekonomi Indonesia masih menjadi faktor penting yang dapat membantu menjaga kepercayaan pasar terhadap rupiah di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang.