El Nino Berlanjut hingga 2027, DPRD Sulteng Ingatkan Ancaman Gagal Panen dan Krisis Air
PALU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) diminta mewaspadai ancaman kekeringan yang berpotensi semakin parah jika fenomena El Nino berlanjut hingga awal 2027.
Anggota Komisi III DPRD Sulteng, Alfiani Eliata Sallata, mengatakan sejumlah wilayah saat ini mulai menghadapi dampak kekeringan, terutama terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah harus mengantisipasi jika El Nino berlanjut hingga awal tahun 2027,” kata Alfiani dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Menurut Alfiani, kekeringan berkepanjangan tidak hanya mengancam kebutuhan air bersih, tetapi juga dapat menekan sektor pertanian. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan gagal panen apabila berlangsung dalam waktu lama.
Ancaman terhadap sektor pangan juga perlu menjadi perhatian. Menurunnya produksi pertanian akibat kekurangan air dapat berdampak terhadap ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan beban ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, kondisi kemarau panjang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, pemerintah daerah dinilai tidak boleh menunggu dampak semakin meluas sebelum mengambil langkah antisipasi.
Alfiani juga mengingatkan dampak kekeringan terhadap kesehatan masyarakat. Keterbatasan akses air bersih dan memburuknya kondisi lingkungan selama kemarau dapat memicu berbagai persoalan kesehatan.
“Pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama air bersih dan pangan,” ujarnya.
Selain persoalan kesehatan dan pangan, Alfiani menilai kekeringan berkepanjangan dapat menimbulkan dampak ekonomi yang berujung pada persoalan sosial di tengah masyarakat.
Karena itu, ia meminta Pemprov Sulteng memasukkan potensi dampak El Nino dalam penyusunan kebijakan dan anggaran Tahun Anggaran 2027.
Menurutnya, kebutuhan penanganan kekeringan, penyediaan air bersih, ketahanan pangan, kesehatan, hingga pencegahan karhutla harus dipersiapkan sejak awal.
Alfiani menegaskan kesiapan anggaran menjadi penting agar pemerintah daerah dapat bergerak cepat apabila El Nino dan kekeringan masih berlanjut hingga 2027.
“Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah masyarakat mengalami kesulitan air bersih, gagal panen, atau muncul dampak lainnya,” katanya.
Ia berharap Pemprov Sulteng segera menyiapkan langkah konkret untuk menghadapi kemungkinan kekeringan berkepanjangan sehingga dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan.