Sabtu, 10 Oktober 2026
Iklan

Hidayat Pakamundi Dorong Keluarga dan Sekolah Perkuat Penggunaan Bahasa Kaili

Hidayat Pakamundi Dorong Keluarga dan Sekolah Perkuat Penggunaan Bahasa Kaili
Foto: Istimewa

PALU – Anggota DPRD Sulawesi Tengah H. Moh. Hidayat Pakamundi mendorong penguatan penggunaan bahasa daerah melalui pendidikan berbasis muatan lokal dan pembiasaan di lingkungan keluarga. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

Dikutip RRI.CO.ID, Hidayat mengatakan kurikulum berbasis lokal perlu mendapat perhatian lebih agar generasi muda tetap mengenal bahasa dan budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Sulawesi Tengah.

Menurut Hidayat, salah satu persoalan yang perlu menjadi perhatian adalah semakin jarangnya sebagian generasi muda menggunakan bahasa daerah, termasuk bahasa Kaili, dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai, kondisi tersebut berkaitan dengan lingkungan pergaulan serta kebiasaan komunikasi anak di rumah maupun di sekolah. Jika bahasa daerah tidak lagi digunakan secara rutin, generasi muda berisiko semakin jauh dari akar budayanya.

“Perlu dukungan atau kurikulum yang berbasis lokal. Muatan-muatan lokal perlu diperbanyak supaya anak-anak kita, generasi kita tidak kehilangan akar budayanya,” ujarnya.

Hidayat menegaskan, pelestarian bahasa daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Peran keluarga juga diperlukan untuk membangun kebiasaan menggunakan bahasa daerah sejak anak masih berusia dini.

Menurutnya, orang tua dapat memulai upaya tersebut dengan mengenalkan dan membiasakan anak menggunakan bahasa Kaili dalam komunikasi sehari-hari di rumah.

Kebiasaan tersebut diharapkan dapat menjaga bahasa daerah tetap hidup dan digunakan oleh generasi berikutnya.

“Dari lingkungan keluarga kita membiasakan diri mengajarkan anak-anak kita untuk mencoba membiasakan dengan bahasa yang kita miliki dan kita cintai ini,” katanya.

Hidayat berharap penguatan muatan lokal di sekolah dapat berjalan seiring dengan pembiasaan penggunaan bahasa daerah di lingkungan keluarga. Dengan demikian, upaya menjaga bahasa Kaili dan budaya lokal dapat dilakukan secara berkelanjutan.