ACCFEST 2026 Hadir di Sulawesi Tengah, Film Jadi Medium Kampanye Anti Korupsi yang Dekat dengan Masyarakat

Palu, Sulawesi Tengah — Anti-Corruption Film Festival (ACCFEST) 2026 kembali hadir di Sulawesi Tengah melalui rangkaian roadshow pemutaran film dan diskusi yang berlangsung selama tiga hari di tiga titik lokasi berbeda. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ACCFEST, dan komunitas film alternatif Bioskop Todea.

Roadshow ACCFEST 2026 dilaksanakan pada 6 Mei 2026 di Universitas Tadulako, Kota Palu, 9 Mei 2026 di Desa Baluase, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, serta 10 Mei 2026 di Desa Balumpewa, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi. Selama tiga hari penyelenggaraan, sebanyak 15 film diputar kepada masyarakat dan mahasiswa. Film-film yang ditayangkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan ragam tema sosial, budaya, dan kemanusiaan yang dikemas secara dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Selain pemutaran film, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai narasumber dari filmmaker, editor film, pegiat anti korupsi, hingga komunitas lokal yang terlibat dalam sesi diskusi bersama penonton.

Menurut Dinul Yakin selaku Ketua Bioskop Todea sekaligus Festival Director kegiatan ini, ACCFEST menjadi salah satu cara paling dekat untuk mengampanyekan pesan anti korupsi kepada masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi salah satu cara mudah untuk mengampanyekan pesan-pesan anti korupsi kepada masyarakat. Kami percaya bahwa film bisa menjadi sarana hiburan yang tidak menggurui masyarakat.”

Ia juga menjelaskan bahwa antusiasme terbesar justru datang dari pemutaran yang dilakukan di desa-desa. Menurutnya, dua titik pemutaran di Kabupaten Sigi menjadi ruang berkumpul baru bagi masyarakat yang selama ini minim akses hiburan dan ruang apresiasi film.

“Dalam tiga titik penayangan ini, yang paling ramai justru di dua titik desa. Puncaknya terjadi di malam terakhir saat pemutaran dilakukan di halaman gereja setelah ibadah selesai. Masyarakat sampai membeludak keluar area gereja hanya untuk menonton film, karena hiburan mereka hanyalah ini.”

Bioskop Todea sendiri merupakan komunitas pemutaran film alternatif yang berbasis di Sigi dan aktif menghadirkan ruang apresiasi sinema bagi masyarakat desa melalui layar tancap, diskusi, dan program literasi film. Kehadiran ACCFEST di Sulawesi Tengah memperlihatkan bagaimana film dapat menjadi medium edukasi publik yang lebih cair dan mudah diterima.

Salah satu warga Desa Balumpewa yang aktif mengikuti diskusi, Mama Alex, berharap kegiatan serupa dapat terus hadir di desa mereka.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus diadakan lagi di desa, karena masyarakat sangat senang dan merasa terhibur sekaligus mendapatkan pelajaran dari film-film yang diputar.”

Melalui ACCFEST 2026, KPK bersama komunitas lokal berupaya membangun pendekatan kampanye anti korupsi yang lebih membumi, inklusif, dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa melalui kekuatan cerita dan sinema.