JAKARTA – Perekonomian Indonesia menutup tahun 2025 dengan capaian positif. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat sebesar 5,11 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada pada level 5,03 persen.
Capaian tersebut menunjukkan sinyal positif terhadap stabilitas ekonomi nasional, meski dunia masih menghadapi ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global.
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Muhidin Moh. Said, Pertumbuhan tersebut membuktikan ekonomi Indonesia tetap tangguh, meski capaian itu sedikit di bawah target APBN 2025 sebesar 5,2 persen
“Pertumbuhan pada Triwulan IV 2025 sangat signifikan. Angkanya bahkan lebih tinggi dibandingkan Triwulan IV tahun sebelumnya yang sekitar 5,02 persen,” ujar Muhidin.
Anggota DPR RI asal Sulawesi Tengah itu menyebut capaian tersebut membuktikan ekonomi terus menguat setelah sempat berfluktuasi pada beberapa kuartal awal tahun.
“Momentum di akhir tahun itu penting, karena menandakan bahwa fundamental ekonomi kita semakin menguat,” tambahnya.
PDB Indonesia Capai Rp23.821 Triliun
Secara nominal, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2025 atas dasar harga berlaku mencapai sekitar Rp23.821,1 triliun. Sementara itu, PDB per kapita berada di kisaran Rp83,7 juta, atau setara dengan USD 5.083,4.
“Angka ini menunjukkan aktivitas ekonomi nasional terus meningkat, meskipun kita masih menghadapi risiko eksternal seperti perlambatan perdagangan global dan tekanan harga komoditas,” jelas Muhidin.
Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama
Muhidin memaparkan, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 terutama didorong oleh konsumsi rumah tangga yang masih menjadi kontributor terbesar terhadap PDB.
“Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama pertumbuhan, mencerminkan meningkatnya daya beli masyarakat dan mobilitas yang lebih tinggi, terutama pada periode libur akhir tahun,” katanya.
Selain konsumsi, sektor investasi juga mencatat pertumbuhan positif, didukung oleh realisasi penanaman modal dalam negeri maupun asing serta belanja modal, khususnya pada mesin dan peralatan.
Sementara itu, ekspor tetap memberikan kontribusi penting meskipun menghadapi tantangan dari kondisi ekonomi global yang memengaruhi permintaan luar negeri.
Mayoritas Sektor Usaha Tumbuh Positif
Dari sisi lapangan usaha, hampir seluruh sektor ekonomi mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025. Sektor industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan menjadi sektor dominan yang secara bersama-sama menyumbang lebih dari separuh PDB nasional.
DPR Ingatkan Risiko Global Tetap Harus Diwaspadai
Meski mencatat tren pertumbuhan yang menggembirakan, DPR mengingatkan pemerintah untuk tetap waspada terhadap berbagai risiko eksternal, seperti fluktuasi harga komoditas, ketidakpastian ekonomi global, serta potensi tekanan terhadap ekspor dan arus modal asing.
Stabilitas kebijakan fiskal dan moneter dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi.
“Risiko-risiko ini harus dikelola dengan kebijakan yang terukur. Kita perlu memastikan sentimen pasar tetap positif agar Indonesia tidak hanya tumbuh, tetapi juga memiliki daya saing global,” tegas Muhidin.
Pertumbuhan ekonomi 2025 diharapkan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk melangkah lebih mantap menuju penguatan ekonomi berkelanjutan pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya.
