Loading...

  • Kamis, 02 Juli 2026

Combine Harvester Bantuan Muhidin M. Said Diharapkan Atasi Antrean Panen di Tonggolobibi

Combine Harvester Bantuan Muhidin M. Said Diharapkan Atasi Antrean Panen di Tonggolobibi
Foto: ISTIMEWA

Donggala – Keterbatasan alat panen yang selama ini menjadi kendala bagi petani di Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, diharapkan mulai teratasi setelah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bina Bersama menerima bantuan satu unit combine harvester hasil perjuangan Anggota DPR RI Komisi XI Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah, Muhidin M. Said.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Fraksi Partai Golkar, Henri Kusuma Muhidin, kepada Ketua Gapoktan Bina Bersama, Nasruddin M. Taha, pada Selasa (30/6/2026). Penyerahan berlangsung di Desa Tonggolobibi dan disaksikan Kepala Desa Moh. Saleh, perangkat desa, anggota kelompok tani, serta tokoh masyarakat.

Selama ini, petani di Tonggolobibi menghadapi keterbatasan sarana panen. Dengan luas areal persawahan hampir 900 hektare, jumlah combine harvester yang tersedia sebelumnya hanya sekitar lima unit. Kondisi tersebut menyebabkan petani harus mengantre saat musim panen sehingga proses pemanenan belum berjalan secara maksimal.

Henri Kusuma Muhidin mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Muhidin M. Said terhadap kebutuhan petani di daerah. Ia berharap kehadiran combine harvester dapat mempercepat proses panen, mengurangi potensi kehilangan hasil, serta meningkatkan produktivitas pertanian.

“Pesan Bapak Muhidin, combine ini harus dirawat dan dijaga agar bisa dipergunakan selama mungkin. Semua anggota kelompok juga harus mendapatkan pelayanan yang adil dalam penggunaan alat ini,” kata Henri.

Ketua Gapoktan Bina Bersama, Nasruddin M. Taha, menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, tambahan satu unit combine harvester akan sangat membantu petani yang selama ini masih menghadapi keterbatasan alat panen.

“Dengan adanya combine harvester hasil perjuangan Bapak H. Muhidin M. Said ini, kami berharap persoalan pascapanen dapat lebih teratasi. Petani bisa lebih terbantu, hasil panen juga bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Nasruddin menjelaskan, luas areal persawahan di Tonggolobibi yang mencapai hampir 900 hektare belum sebanding dengan jumlah alat panen yang tersedia. Akibatnya, petani kerap menunggu giliran menggunakan combine harvester sehingga pelayanan panen belum dapat dilakukan secara optimal.

Selain tambahan alat panen, pemerintah desa juga berharap perhatian terhadap sektor pertanian dapat terus ditingkatkan, terutama melalui pembangunan bendungan dan jaringan irigasi guna mendukung produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Penyerahan bantuan diakhiri dengan serah terima simbolis combine harvester kepada Gapoktan Bina Bersama. Kehadiran alat panen tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean panen, meningkatkan efisiensi kerja petani, serta mendukung peningkatan hasil produksi pertanian di Desa Tonggolobibi.