Tren Gempa Susulan Sigi Terus Menurun, BMKG Catat 1.176 Kejadian hingga 21 Juni 2026
SIGI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan aktivitas gempa susulan pascagempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan.
Berdasarkan pembaruan data BMKG hingga Minggu (21/6/2026) pukul 18.30 WIB, jumlah gempa susulan yang tercatat mencapai 1.176 kejadian, dengan 49 di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
Pada hari pertama setelah gempa utama, frekuensi gempa susulan masih sangat tinggi. BMKG mencatat 255 kejadian dalam 12 jam pertama, kemudian 226 kejadian pada periode berikutnya. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah gempa susulan terus mengalami penurunan.
Pada 17 Juni, jumlah gempa susulan tercatat masing-masing 131 dan 147 kejadian. Memasuki 18 Juni, angka tersebut turun menjadi 55 dan 96 kejadian. Sementara pada 19 Juni tercatat 77 dan 87 kejadian, kemudian kembali menurun pada 20 Juni menjadi 43 kejadian di setiap periode pengamatan.
Hingga 21 Juni 2026 pukul 18.30 WIB, BMKG hanya mencatat tambahan 16 gempa susulan. Kondisi ini menunjukkan proses pelepasan energi akibat gempa utama masih berlangsung, namun dengan intensitas yang semakin berkurang.
Meski tren aktivitas seismik menunjukkan penurunan, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan terus mengikuti informasi resmi dari instansi terkait. Warga juga diminta memastikan kondisi bangunan yang ditempati aman sebelum kembali beraktivitas secara normal.