Loading...

  • Kamis, 30 Juli 2026

Hilman Rasyid Resmi Lantik Pengurus PP Pemuda PERSIS 2026–2031, Tekankan Regenerasi dan Strategi Dakwah Adaptif

Hilman Rasyid Resmi Lantik Pengurus PP Pemuda PERSIS 2026–2031, Tekankan Regenerasi dan Strategi Dakwah Adaptif
Foto: ISTIMEWA

BANDUNG – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Persatuan Islam (PERSIS), Hilman Rasyid, M.Pd., secara resmi melantik jajaran Tasykil PP Pemuda PERSIS Masa Jihad 2026–2031 dalam sebuah prosesi yang digelar di Kantor Pimpinan Pusat PERSIS, Bandung, Senin (27/7/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting di lingkungan Persatuan Islam, di antaranya Ketua Umum PP PERSIS Dr. K.H. Jeje Zaenudin, M.Ag., Sekretaris Umum PP PERSIS Dr. K.H. Haris Muslim, Ketua Dewan Hisbah PP PERSIS K.H. Zae Nandang, serta jajaran pengurus pusat dan badan otonom PERSIS.

Dalam sambutannya, Hilman Rasyid menegaskan bahwa pelantikan kepengurusan baru bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum regenerasi untuk melanjutkan perjuangan dakwah Islam dengan pendekatan yang relevan terhadap perkembangan zaman.

Ia mengatakan setiap generasi memiliki tanggung jawab menghadirkan kontribusi nyata melalui karya dan pengabdian, tanpa hanya bergantung pada kebesaran sejarah organisasi yang telah dibangun para pendahulu. Untuk memperkuat pesan tersebut, Hilman mengutip kandungan Surah Al-Baqarah ayat 134 dan 141 yang menekankan bahwa setiap umat akan mempertanggungjawabkan amal usahanya sendiri.

"Mereka adalah umat yang telah berlalu. Mereka memperoleh apa yang telah mereka usahakan, dan kalian memperoleh apa yang kalian usahakan. Kalian tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah mereka kerjakan," ujar Hilman mengutip makna ayat tersebut.

Menurut Hilman, perjalanan panjang perjuangan para ulama dan pendiri PERSIS harus menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus. Namun, warisan tersebut tidak boleh membuat kader merasa cukup hanya dengan membawa nama besar organisasi tanpa menghasilkan kontribusi baru.

"Perjuangan memiliki sanad yang sama, tetapi strategi perjuangan selalu berkembang mengikuti perubahan zaman. Nilai-nilai Islam tetap, sementara pendekatan dan strategi dakwah harus mampu menjawab tantangan setiap generasi," kata Hilman.

Ia menjelaskan bahwa ajaran Islam memiliki prinsip-prinsip yang bersifat tetap dan universal. Meski demikian, berbagai persoalan teknis dalam kehidupan masyarakat memerlukan ijtihad agar solusi yang dihasilkan tetap sesuai dengan dinamika zaman.

"Ijtihad dibutuhkan bukan untuk mengubah prinsip agama, tetapi untuk merumuskan strategi dan langkah-langkah teknis dalam menghadapi persoalan baru. Karena itu, perbedaan pendapat di kalangan ulama selama masih berada pada ranah teknis merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam," ujarnya.

Selain itu, Hilman juga menyoroti pentingnya prinsip musyawarah dalam sistem kepemimpinan Islam. Ia mencontohkan proses pergantian kepemimpinan pada masa Khulafaur Rasyidin yang menggunakan mekanisme berbeda sesuai kondisi zamannya, tetapi tetap berpijak pada nilai syura.

"Formatnya bisa berbeda sesuai kebutuhan zamannya, tetapi prinsip musyawarah tetap menjadi fondasi dalam menentukan kepemimpinan," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Hilman menyampaikan bahwa penyusunan tasykil dilakukan berdasarkan amanat organisasi yang memberikan kewenangan kepada Ketua Umum untuk membentuk kepengurusan yang akan menjalankan program selama lima tahun masa jihad mendatang.

Sementara itu, Ketua Umum PP PERSIS, Dr. K.H. Jeje Zaenudin, berharap kepengurusan baru PP Pemuda PERSIS mampu memperkuat kaderisasi sekaligus menjadi penggerak dakwah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Persatuan Islam.

“Pemuda PERSIS sekaligus mampu menghadirkan inovasi yang tetap berpijak pada nilai-nilai Al-Qur'an dan As-Sunnah,” ucap K.H. Jeje.