Polemik Rute Pelni ke Donggala, Dandy: Kepentingan Bersama Harus Diutamakan
PALU – Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Dandy Adhi Prabowo, menekankan agar penyelesaian polemik rencana pengalihan lokasi sandar kapal Pelni dari Pelabuhan Pantoloan ke Pelabuhan Donggala mengutamakan kepentingan masyarakat di kedua wilayah.
Menurut Dandy, aktivitas pelabuhan turut menopang kehidupan ekonomi masyarakat Pantoloan maupun Donggala. Karena itu, pembahasan rencana pengalihan lokasi sandar KM Lambelu dan KM Dorolonda perlu melibatkan seluruh pihak terkait.
“Kita bukan menolak adanya rute ke Donggala, karena di Pelabuhan Donggala juga ada kehidupan ekonomi masyarakat yang bergantung pada aktivitas pelabuhan. Sehingga, kami akan menjadwalkan RDP dan memanggil seluruh pihak yang berkaitan dengan persoalan ini, termasuk Wali Kota Palu dan Bupati Donggala, agar kesepakatan ke depan tetap mengedepankan kepentingan bersama, baik masyarakat Pantoloan maupun masyarakat Donggala,” ujar Dandy, dikutip dari Pelita Sulteng News.
Rencana rapat dengar pendapat (RDP) tersebut menyusul penolakan warga Pantoloan terhadap pengalihan lokasi sandar dua kapal penumpang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) itu.
Sebelumnya, ratusan warga Kelurahan Pantoloan menggelar demonstrasi dan memblokade akses masuk Terminal Petikemas Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu, Rabu (21/10/2026). Dandy menemui warga untuk mendengarkan aspirasi mereka.
Dandy kemudian memfasilitasi mediasi di halaman Kantor PT Pelindo Regional 4 Pantoloan. Pertemuan itu melibatkan unsur Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Dinas Perhubungan Sulawesi Tengah, PT Pelindo Regional 4 Pantoloan, PT Pelni Cabang Palu, serta perwakilan masyarakat.